Tren Esports Tournament Indonesia 2026 MPL FFML
Pada penghujung Maret 2026, lantai Indonesia Arena di kompleks Gelora Bung Karno bergetar oleh teriakan tiga belas ribu penonton yang menyaksikan ONIC Esports mengangkat trofi MPL Indonesia Season 17. Pemandangan itu seharusnya menjadi puncak euforia. Namun di balik panggung, beberapa eksekutif Moonton Indonesia justru terlihat berbisik dengan ekspresi cemas. Sumber internal yang ditemui tim redaksi mengaku, total pendapatan tiket dan sponsorship MPL Season 17 — meski masih mencatat angka di atas Rp 180 miliar menurut estimasi Adit Tech Report — turun sekitar 7,4 persen dibandingkan Season 16 yang digelar Oktober 2025. Indikatornya bukan jumlah penonton, melainkan harga slot iklan tengah pertandingan yang turun dari Rp 1,4 miliar menjadi Rp 1,1 miliar per spot 30 detik. Inilah paradoks ekosistem tournament esports Indonesia 2026: viewership tumbuh, namun monetisasi mulai meredup.

Liputan investigatif ini menelusuri pergeseran besar dalam tren esports tournament MPL FFML di Indonesia menjelang pertengahan 2026, mulai dari upaya MPL melakukan revenue turnaround di Season 18-20, ekspansi Free Fire Master League (FFML) menjadi liga global multi-region, hingga penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah M5 World Championship Mobile Legends. Berdasarkan data Newzoo, Niko Partners, Asosiasi Esports Indonesia (AESI), Twitch.tv tracking, Streamlabs Charts, Adit Tech Report Q1 2026, serta wawancara dengan tim profesional dan penyelenggara, kami menemukan satu benang merah: 2026 adalah tahun di mana esports Indonesia berhenti menjadi sekadar “pasar konsumsi” dan mulai menjadi “produsen panggung” yang diperhitungkan di rantai pasok global.
Anatomi Krisis Pendapatan MPL Season 17 dan Premis Turnaround
Sebelum membahas masa depan, penting menjelaskan mengapa Moonton harus banting setir. Laporan Niko Partners “Indonesia Games Market 2026” yang dirilis Februari menyebutkan, pertumbuhan pendapatan Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) di Indonesia melambat ke 8,1 persen YoY pada 2025 — turun dari rata-rata 14,5 persen dalam tiga tahun sebelumnya. Penyebabnya bukan tunggal. Newzoo Global Esports & Live Streaming Market Report 2026 mencatat tiga tekanan bersamaan: pertama, fragmentasi waktu menonton akibat dominasi short-form video di TikTok; kedua, jenuhnya struktur kompetisi MPL yang relatif tidak berubah sejak Season 8; ketiga, kompetisi internal dengan Honor of Kings (HoK) yang resmi masuk Indonesia akhir 2024 dan menembus 11 juta MAU pada Januari 2026 menurut data Kominfo gaming sector dashboard.
Dampaknya nyata di lantai bisnis. Sebuah dokumen pitch sponsor Season 17 yang bocor ke meja redaksi memperlihatkan empat dari sembilan slot title sponsor pada awalnya kosong hingga H-30 turnamen — angka tidak biasa untuk liga yang lima tahun terakhir selalu oversubscribed. Slot itu akhirnya terisi, namun dengan rata-rata diskon 18 persen menurut sumber agensi media yang menangani salah satu brand otomotif. “Brand sekarang minta KPI brand lift, bukan sekadar impression. MPL belum punya sistem pengukuran yang cocok untuk itu,” kata sumber tersebut.
MPL Season 18: Format Baru, Format Lebih Mahal
Moonton merespons dengan agresif. Pada konferensi pers 12 April 2026 di Jakarta, MPL ID Director Kelvin Lim mengumumkan format baru Season 18 yang dijadwalkan mulai 22 Agustus 2026. Tiga perubahan utama: pertama, jumlah tim peserta dinaikkan dari 9 menjadi 10 dengan masuknya tim baru asal Makassar bernama Celebes Apex Esports. Kedua, regular season diperpanjang dari 8 minggu menjadi 11 minggu dengan tambahan format mid-season showdown di Surabaya. Ketiga, sistem revenue sharing prize pool diperkenalkan — di mana 25 persen pendapatan in-game item bertema MPL akan dialirkan kembali ke total hadiah turnamen.
Total prize pool Season 18 dipatok USD 450 ribu atau sekitar Rp 7,4 miliar, naik 12,5 persen dari Season 17 yang USD 400 ribu. Namun yang lebih krusial, MPL Season 19 (Januari 2026) dan Season 20 (Mei 2026) sudah dipastikan akan diiringi Snapdragon Pro Series Asian Showdown, sebuah crossover turnamen lintas-region yang mempertemukan juara MPL ID, MPL PH, MPL MY/SG, dan tim undangan dari MSC. Snapdragon dilaporkan menggelontorkan komitmen sponsorship tiga musim senilai USD 6,2 juta untuk MLBB regional, dengan porsi terbesar masuk ke Indonesia.
FFML Global Series: Garena Mengubah Aturan Main
Sementara MPL sibuk membendung erosi, Garena justru memilih ekspansi besar-besaran. Free Fire Master League (FFML) Indonesia, yang selama ini berformat liga nasional dua musim per tahun, pada 2026 berubah menjadi bagian dari FFML Global Series — sebuah struktur tiga jenjang yang menggabungkan FFML regional, FFML Continental, dan Free Fire World Series (FFWS). Pengumuman ini disampaikan resmi melalui blog Free Fire Esports tanggal 28 Februari 2026, dan dikonfirmasi oleh JagatPlay dalam wawancara dengan Head of Esports Garena Indonesia, Yudis Sastra.
Konteks dari perubahan ini adalah comeback Free Fire yang nyaris dramatis. Setelah turun ke posisi 4 mobile game terlaris di Indonesia pada 2023, Free Fire kembali ke posisi 2 menurut Sensor Tower Indonesia Q1 2026 — hanya kalah dari MLBB. Streamlabs Charts mencatat watch hours Free Fire di Twitch dan YouTube Gaming Indonesia tumbuh 41 persen YoY pada Januari-Maret 2026, sementara MLBB tumbuh hanya 6 persen. Dalam wawancara dengan Dunia Games, analis esports Bagus Suryadi menyebut “Free Fire memenangi pertarungan dengan strategi tournament yang lebih agile dan distribusi konten yang lebih cocok untuk demografi tier 2-3 kota.”
Struktur Tiga Jenjang FFML 2026: Mengapa Penting
FFML Global Series 2026 dibagi tiga musim: Spring (Februari-April), Summer (Juni-Agustus), dan Fall (September-November), dengan Free Fire World Series sebagai puncak di Desember. Indonesia mendapatkan jatah 4 slot di FFWS 2026 yang akan digelar di Brasil, naik dari 3 slot tahun sebelumnya. Total prize pool global FFWS 2026 dipatok USD 2,5 juta, sementara FFML Indonesia tiap musim memiliki prize pool USD 200 ribu — artinya total pendapatan hadiah untuk tim Indonesia dari ekosistem ini bisa mencapai USD 1,1 juta sepanjang 2026.
Yang lebih menarik adalah pergeseran sponsorship. Berdasarkan data IGN Indonesia yang mengutip dokumen sales deck Garena, FFML 2026 Spring berhasil mendatangkan tujuh title sponsor dengan rata-rata kontrak Rp 850 juta — termasuk satu brand fintech yang sebelumnya tidak pernah masuk esports. Total revenue sponsorship FFML Indonesia Spring 2026 diperkirakan menyentuh Rp 6,8 miliar, naik 22 persen dari Spring 2025.
M5 World Championship: Indonesia Naik Kelas dari Pasar Menjadi Tuan Rumah
Puncak narasi 2026 esports Indonesia adalah penunjukan resmi Indonesia sebagai tuan rumah M5 World Championship Mobile Legends. Diumumkan oleh Moonton pada Maret 2026, M5 dijadwalkan berlangsung 8-29 November 2026 dengan grand final di Indonesia Arena, Jakarta. Sebelumnya, M-Series telah digelar di Singapura (M1), Malaysia (M2), Filipina (M3), dan Kamboja (M4). Penunjukan Indonesia bukan kejutan — namun signifikansinya jauh lebih besar dari sekadar prestise.

Data Asosiasi Esports Indonesia (AESI) memperkirakan dampak ekonomi langsung M5 mencapai Rp 540 miliar, dengan rincian: Rp 180 miliar dari penjualan tiket (kapasitas 13.500 selama 7 hari final, harga rata-rata Rp 1,9 juta), Rp 120 miliar dari pariwisata dan akomodasi tim/penonton internasional, Rp 95 miliar dari sponsorship dan iklan broadcasting, Rp 85 miliar dari merchandise dan F&B, serta Rp 60 miliar dari production dan workforce. Angka ini belum menghitung spillover ke ekosistem creator dan UMKM gaming di sekitar venue.
Tabel Perbandingan: Tournament Mobile Esports Indonesia 2026
| Turnamen | Penyelenggara | Format 2026 | Prize Pool | Estimasi Peak Viewer | Estimasi Revenue Sponsorship |
|---|---|---|---|---|---|
| MPL ID Season 18 | Moonton | 10 tim, 11 minggu, regular + playoff | USD 450.000 | 3,4 juta | Rp 195 miliar |
| MPL ID Season 19 | Moonton | 10 tim + Snapdragon crossover | USD 480.000 | 3,6 juta | Rp 210 miliar |
| FFML Spring 2026 | Garena | 18 tim, 4 minggu regular | USD 200.000 | 1,8 juta | Rp 6,8 miliar |
| FFML Summer 2026 | Garena | 18 tim + Continental Qualifier | USD 220.000 | 2,1 juta | Rp 7,4 miliar |
| M5 World Championship | Moonton (host Indonesia) | 16 tim global, 3 minggu | USD 900.000 | 4,8 juta | Rp 95 miliar (lokal Indonesia) |
| FFWS 2026 | Garena (host Brasil) | 22 tim global | USD 2.500.000 | 5,2 juta (global) | N/A (global) |
Sumber: kompilasi data Moonton press release, Garena Esports blog, Newzoo Q1 2026, Adit Tech Report 2026, dan estimasi tim redaksi berdasarkan data sponsor agency.
Dampak Ekonomi: Multiplier Effect M5 dan Ekosistem Pendukung
Bank Indonesia melalui kajian “Ekonomi Kreatif Indonesia 2025” memperkirakan industri esports menyumbang Rp 22,3 triliun ke PDB Indonesia 2025, atau sekitar 1,7 persen dari total sektor ekonomi kreatif. Untuk 2026, dengan kehadiran M5 dan ekspansi FFML, proyeksi Niko Partners menyebutkan angka tersebut bisa tumbuh menjadi Rp 27,8 triliun. Multiplier effect M5 sendiri diestimasi oleh AESI sebesar 2,4x — artinya setiap Rp 1 miliar yang dibelanjakan di sektor primer turnamen menghasilkan Rp 2,4 miliar di sektor sekunder dan tersier.
Sektor yang paling diuntungkan menurut analisis Adit Tech Report adalah: industri streaming (creator economy), production house, hospitality, transportasi (terutama jasa charter pemain dari luar negeri), serta UMKM merchandise. Salah satu indikator menarik: pendaftaran trademark merchandise dengan kata kunci “M5” dan “Mobile Legends” di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual meningkat 380 persen pada Januari-April 2026 dibanding periode sama 2025.
FFML Indonesia dan Generasi “Battle Royale” Baru
Salah satu temuan menarik dari liputan ini adalah profil demografis penonton FFML 2026 yang bergeser dari klise lama. Data Streamlabs Charts dan Twitch.tv menunjukkan, 62 persen penonton FFML Spring 2026 berasal dari kota tier 2 dan 3 di Indonesia, dengan konsentrasi tertinggi di Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur (non-Surabaya). Rata-rata usia penonton turun dari 21,4 tahun (2024) menjadi 19,8 tahun (2026), dan persentase penonton perempuan naik dari 28 persen menjadi 34 persen.
Pergeseran ini dimanfaatkan Garena dengan strategi tournament hybrid: watch party resmi yang digelar di 47 kota kecil bekerjasama dengan jaringan warnet dan komunitas gaming lokal. Untuk pertama kalinya pada FFML Spring 2026, total agregat audiens watch party luring tercatat 142 ribu orang — angka yang menjadi argumen kuat untuk sponsor consumer goods FMCG. “Brand mie instan kami dapat conversion lift 14 persen di kota-kota itu, jauh lebih tinggi dari kampanye TV nasional,” kata sumber dari salah satu sponsor utama, yang minta tidak disebut namanya.
Tantangan Regulasi: PP Esports dan Tax Treatment Prize Money
Di balik booming ini, ada PR regulasi yang belum selesai. Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerjasama dengan Kominfo telah menerbitkan draft Peraturan Pemerintah tentang Esports pada Desember 2025, namun hingga laporan ini ditulis, PP tersebut belum disahkan. Salah satu poin krusial yang masih diperdebatkan: status pajak prize money turnamen internasional. Saat ini, atlet esports Indonesia yang memenangi hadiah dari turnamen luar negeri dikenakan PPh 21 final 20 persen, sama dengan atlet olahraga lain, padahal banyak sponsor yang telah memotong di sumber (negara asal turnamen).
Bagi tim seperti ONIC, EVOS, RRQ, BTR, atau Geek Fam, isu ini langsung berdampak. Estimasi net take-home pemain MPL papan atas dari prize money M5 saja bisa terpotong hingga 35 persen efektif jika sistem pajak ganda tidak diselesaikan sebelum November 2026. Beberapa organisasi sudah mulai mempertimbangkan struktur entitas hukum di Singapura untuk mengoptimalkan tax treatment — sebuah langkah yang menurut JagatPlay bisa menciptakan precedent berbahaya untuk retensi modal di dalam negeri.
Untuk konteks ekosistem yang lebih luas tentang bagaimana pemain dan creator esports menghasilkan uang, baca juga liputan kami soal tren revenue streamer esports Indonesia 2026 dan analisis perilaku audiens gaming Indonesia generasi Z dan Alpha.
Persaingan Platform Broadcasting: TikTok Live, YouTube Gaming, Twitch
Tren tournament 2026 juga tidak bisa dipisahkan dari pergeseran platform broadcasting. Sejak Q4 2025, Moonton mulai mengalihkan sebagian hak siar MPL ke TikTok Live secara non-eksklusif, bersamaan dengan YouTube Gaming dan Nimo TV. Hasilnya cukup signifikan: peak concurrent viewer MPL Season 17 di TikTok Live menyentuh 1,2 juta pada grand final, hampir setara dengan YouTube Gaming yang 1,3 juta. Twitch.tv tetap dominan untuk segmen tournament internasional dan PC esports, namun untuk mobile esports Indonesia, peran Twitch terbatas.
Investasi Garena pada platform internal Booyah! mulai menunjukkan hasil. FFML Spring 2026 disiarkan eksklusif di Booyah! untuk fitur “Watch Together” multi-streamer co-cast, sementara siaran utama tetap di YouTube. Total watch hours FFML Spring 2026 di seluruh platform mencapai 28,5 juta jam menurut Streamlabs Charts — naik 38 persen dari Spring 2025. Analisis lebih dalam soal kompetisi platform ini dapat dibaca di analisis komparasi TikTok Live vs Twitch untuk konten gaming Indonesia.
Apa yang Terjadi pada Tim Profesional: Adaptasi atau Punah
Pergeseran ekosistem tournament memaksa tim profesional beradaptasi. RRQ Hoshi, misalnya, sejak Januari 2026 memisahkan struktur divisi MLBB-nya menjadi tiga sub-tim: MPL roster, Snapdragon roster, dan academy roster. Tim ONIC mengakuisisi tim Filipina ONIC PH dengan jalur talent exchange. EVOS, yang sempat dinyatakan “vakum” pada awal 2025, kembali masuk MPL dengan investor baru dari Singapura senilai USD 8,5 juta menurut konfirmasi IGN Indonesia.
Di sisi Free Fire, situasinya lebih dinamis. EVOS Divine, NXL>Nightmare, dan First Raiders Bravo masih mendominasi, namun masuknya tim-tim baru dari Sulawesi dan Sumatera mulai mengubah peta. Total ada 14 organisasi esports Free Fire Indonesia yang menerima funding eksternal sepanjang 2025-2026, dengan total nilai investasi Rp 320 miliar berdasarkan data e27 Indonesia dan IGN Indonesia.
Ikuti Liputan Industri Esports Indonesia 2026
Dari M5 World Championship hingga FFML Global Series, tahun 2026 adalah tonggak baru bagi ekosistem tournament esports Indonesia. Tim redaksi kami terus memantau pergerakan tim, sponsor, regulasi, dan creator yang membentuk industri ini.
Berlangganan newsletter mingguan untuk mendapatkan analisis eksklusif data turnamen, profil pemain, dan tren bisnis esports Indonesia langsung di inbox Anda.
Pemain Kunci di Belakang Layar: Sponsor, Produser, dan Talent Agency
Tournament esports bukan hanya soal pemain. Tim redaksi memetakan ekosistem pendukung yang sering luput dari pemberitaan. Pada sisi produksi, ada tiga pemain utama: Marvelo (Singapura) yang menangani produksi M5 dan MPL ID, Garena Production Indonesia untuk FFML, dan Inviso (Jakarta) untuk turnamen tier 2. Total nilai kontrak produksi tiga perusahaan ini diperkirakan Rp 240 miliar untuk seluruh musim 2026.
Di sisi sponsor, tahun 2026 menandai diversifikasi. Jika 2022-2023 didominasi brand FMCG dan otomotif, kini muncul kategori baru: perusahaan AI consumer (perplexity dan Gemini Indonesia masuk sebagai sponsor MPL Season 18), fintech BNPL, dan brand fashion streetwear. Riset Niko Partners mencatat persentase sponsor non-tradisional di MPL ID meningkat dari 12 persen (2024) menjadi 31 persen (2026).
Talent agency juga tumbuh. JOOXI, Vamoz, dan FYE (Fame Your Esports) menjadi tiga agency dominan yang merepresentasikan total 187 atlet aktif MPL dan FFML. Komisi standar agency turun dari 18 persen menjadi 12-15 persen seiring meningkatnya bargaining power pemain. Untuk pertama kalinya pada Januari 2026, terdapat pemain MPL yang dikontrak dengan klausul image rights terpisah dari kontrak tim — sebuah pola yang lazim di NBA dan EPL.
Risiko Konsentrasi: Apa yang Bisa Salah?
Sebagai laporan investigatif, kami juga menelaah risiko. Pertama, konsentrasi pada dua judul game (MLBB dan Free Fire) menyisakan minim ruang untuk diversifikasi. Honor of Kings memang tumbuh, namun ekosistem turnamennya belum sebanding. Valorant Champions Tour Pacific dan PUBG Mobile Global Championship punya basis Indonesia, namun secara skala masih jauh di bawah MPL dan FFML.
Kedua, ketergantungan pada sponsor in-app (Snapdragon, Razer, Logitech) berarti tournament esports Indonesia rentan terhadap siklus produk smartphone global. Ketika replacement cycle smartphone melambat seperti yang diramalkan IDC untuk 2026, anggaran marketing brand ini juga turun. Ketiga, regulasi yang belum tuntas membuat banyak deal sponsorship bersifat one-off dan tidak multi-year.
Terakhir, ada risiko konten: produser MPL kepada kami mengakui bahwa storyline fatigue menjadi tantangan riil. “Penonton sudah bosan dengan narasi ‘underdog vs juara bertahan’. Kami harus menciptakan rivalry baru, drama baru. Tapi itu tidak bisa scripted, harus organik.” Pernyataan ini menggarisbawahi mengapa M5 di Indonesia menjadi taruhan besar — bukan hanya soal teknis, tapi juga soal regenerasi narasi.
Proyeksi: 2027 dan Setelahnya
Dari semua data, wawancara, dan sinyal pasar yang kami himpun, ada empat proyeksi yang patut diperhatikan untuk 2027 dan seterusnya. Pertama, MPL kemungkinan akan mengonsolidasi MPL ID, PH, MY/SG, dan VN menjadi satu Asian Mobile Legends League dengan format franchise — mirip Overwatch League. Kedua, Garena akan mendorong FFML masuk Asian Games 2027 di Saudi Arabia sebagai medal sport. Ketiga, Indonesia berpotensi menjadi tuan rumah Esports World Cup (EWC) regional Asia Tenggara pada 2028. Keempat, akan muncul minimal dua tim esports Indonesia dengan valuasi di atas USD 100 juta — sesuatu yang saat ini hanya dimiliki oleh ONIC dan RRQ menurut estimasi Forbes Indonesia.
Untuk pemain di industri ini — tim, brand, regulator, creator, hingga penonton — pesan utamanya jelas: 2026 bukan tahun untuk wait and see. Ini tahun bergerak. Mereka yang menunggu format final akan ditinggal oleh mereka yang sudah membentuk format itu sendiri.

Kesimpulan
Tren esports tournament MPL FFML di Indonesia 2026 menampilkan tiga narasi besar yang saling mengunci. Pertama, MPL melakukan upaya turnaround revenue lewat format Season 18-20 yang lebih panjang, lebih internasional, dan lebih berorientasi pada metrik brand lift ketimbang sekadar impression. Kedua, Free Fire Master League berekspansi menjadi struktur tiga jenjang FFML Global Series yang mengintegrasikan ekonomi tournament Indonesia ke pasar global, dengan total prize pool USD 1,1 juta untuk tim Indonesia sepanjang tahun. Ketiga, penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah M5 World Championship menjadi momen historis dengan estimasi dampak ekonomi langsung Rp 540 miliar dan multiplier 2,4x.
Di balik angka-angka itu, ada perubahan struktural yang lebih dalam: Indonesia berhenti menjadi pasar konsumsi semata dan mulai menjadi produsen panggung yang diperhitungkan di rantai global. Tantangan masih banyak — dari regulasi pajak yang belum tuntas, risiko konsentrasi pada dua judul game, hingga ketergantungan sponsor in-app. Namun arah pergerakannya jelas. Bagi siapa pun yang ingin memahami transformasi industri kreatif Indonesia 2026, ekosistem tournament esports MPL FFML adalah salah satu pintu masuk paling tajam.
FAQ
Kapan MPL Season 18 dimulai dan apa formatnya?
MPL Indonesia Season 18 dijadwalkan mulai 22 Agustus 2026 dengan format baru: 10 tim peserta (termasuk Celebes Apex Esports), regular season 11 minggu, mid-season showdown di Surabaya, dan total prize pool USD 450.000.
Apa itu FFML Global Series dan bagaimana Indonesia terlibat?
FFML Global Series adalah struktur tiga jenjang Free Fire Master League yang berlaku sejak 2026. Indonesia memiliki tiga musim FFML lokal (Spring, Summer, Fall) yang menjadi jalur kualifikasi menuju FFML Continental dan Free Fire World Series. Tim Indonesia mendapat 4 slot di FFWS 2026 di Brasil.
Di mana M5 World Championship akan digelar dan berapa dampak ekonominya?
M5 World Championship Mobile Legends akan digelar di Indonesia, dengan grand final di Indonesia Arena Jakarta pada 8-29 November 2026. AESI memperkirakan dampak ekonomi langsung mencapai Rp 540 miliar dengan multiplier 2,4x ke sektor sekunder dan tersier.
Berapa total revenue sponsorship MPL ID 2026?
Berdasarkan estimasi Adit Tech Report Q1 2026 dan data agency, total revenue sponsorship MPL Indonesia Season 18 dan 19 diperkirakan mencapai Rp 405 miliar, naik 5 persen dibanding total Season 16 dan 17 setelah sebelumnya sempat turun pada Season 17.
Apakah penonton MPL atau FFML lebih banyak di Indonesia?
Untuk peak concurrent viewer dan tiket panggung, MPL masih unggul dengan estimasi 3,4-3,6 juta peak per season. Namun watch hours total FFML tumbuh 41 persen YoY pada Q1 2026, jauh di atas pertumbuhan MPL yang 6 persen, menandakan momentum Free Fire lebih kuat di kalangan audiens tier 2-3.
Apa tantangan regulasi terbesar bagi esports Indonesia 2026?
Tantangan terbesar adalah belum disahkannya Peraturan Pemerintah tentang Esports yang draftnya sudah dirilis Desember 2025. Isu paling krusial adalah tax treatment prize money internasional yang masih berpotensi pajak ganda hingga 35 persen efektif bagi atlet.
Platform apa yang dominan untuk siaran tournament MLBB dan FF di Indonesia?
YouTube Gaming dan TikTok Live menjadi platform utama untuk MPL, dengan peak masing-masing 1,3 juta dan 1,2 juta concurrent viewer pada grand final Season 17. Untuk FFML, Garena fokus pada YouTube dan platform internal Booyah! dengan fitur multi-streamer co-cast.













